Sekolah Kita

Sekolah Kita

Kamis, 28 Januari 2010

Alfred Nobel

Alfred Nobel dilahirkan pada tanggal 21 oktober 1883, di Stockholm, Swedia. Alfred dan kedua saudaranya, Robert, Ludvig dan Emil memperoleh pendidikan dari guru privat. Pengetahuan yang diajarkan meliputi ilmu alam, bahasa dan sastra. Pada usia 17 tahun, Alfred telah menguasai bahasa Swedia, Rusia, Perancis, Inggris dan Jerman. Alfred sangat tertarik di bidang bahasa, kimia dan fisika. Alfred akhirnya dikirimkan oleh ayahnya ke luar negeri untuk belajar kimia dan menjadi insinyur kimia. Di Paris, Alfred bekerja di laboratorium pribadi kimiawan terkenal, profesor TJ Pelouze. Di sana ia berkenalan dengan kimiawan Italia, Ascanio Sobrero. Alfred sangat tertarik dengan nitrogliserin, cairan berdaya ledak tinggi yang ditemukan oleh Sobrero, yang dianggapnya bermanfaat dalam pembangunan.

Setelah menyelesaikan studinya, ia kembali ke swedia dan mengembangkan nitrogliserin sebagai bahan peledak. Percobaannya membunuh beberapa orang termasuk adiknya Emil. Akhirnya, pemerintah Swedia melarang dilakukan percobaan ini dalam batas kota Stockholm. Alfred tetap ngotot melakukan percobaan di tongkang, di atas danau Malaren. Pada tahun 1864, ia bisa memulai pembuatan massal nitrogliserin.

Alfred menemukan bahwa campuran nitrogliserin dengan tanah halus akan mengubah cairan menjadi pasta, yang bisa dibentuk ke dalam batang, yang kemudian dimasukan ke dalam lubang bor. Ia menamakan penemuannya tersebut dinamit. Penemuan ini terjadi pada tahun 1866. setahun kemudian, ia mendapatkan hak paten atas penemuannya tersebut. Selain dinamit, Alfred juga menemukan detonator atau peledak yang diledakkan dengan menyalakan sumbu. Penemuan Alfred tersebut dimanfaatkan dalam pemboran saluran, peledakan batu, pembangunan jembatan, dan lain-lain.

Dinamit dan detonator yang ditemukan Alfred sangat dibutuhkan pada saat itu. Karenanya, ia mendirikan 90 pabrik di lebih dari 20 negara. Selain menemukan dinamit dan detonator, ia juga mencoba membuat karet dan kulit sintesis serta sutra tiruan. Ia juga membuat gelatin, balistit, batu permata tiruan dan lain-lain. Keseluruhan hak paten yang dimiliki Alfred nobel berjumlah 355.

Selama hidupnya Alfred tidak berkeluarga. Ia meninggal dunia di San Remo, Italia pada tanggal 10 desember 1896. dalam suart wasiatnya, ia menulis bahwa kekayaannya dapat digunakan untuk memberikan hadiah kepada lembaga atau perorangan yang melakukan usaha kemanusiaan di bidang fisika, kimia, sastra, perdamaian, fisiologi dan obat-obatan. Surat wasiatnya tersebut ditentang oleh keluarganya dan pihak berwenang di sejumlah negara dan membutuhkan waktu empat tahun bagi pengawasnya untuk menyakinkan semua pihak agar memenuhi harapan Alfred.

Tambahan

Ketika masih hidup, Alfred nobel membaca berita di koran yang memuat berita tentang dirinya. “Telah meninggal dunia, seorang ilmuwan pencipta bahan peledak yang telah kaya raya dengan membuat sengsara jutaan orang dengan kematian” Alfred Nobel yang ketika itu masih hidup kaget dan mencoba mengusut berita tersebut. Ternyata yang diduga meniggal adalah Alfred yang lain, bukan Alfred Nobel penemu dinamit. Ketidaksengajaan itu menjadi bahan renungan bagi Alfred. “Ketika meninggal dunia, mungkin orang lain akan mengenang saya sebagai seorang yang telah membuat orang lain sengsara. Akhirnya, Alfred Nobel memutuskan untuk menyumbangkan semua kekayaannya bagi umat manusia, yang kita kenal dengan hadiah nobel.

0 komentar:

Posting Komentar